Puisi Cinta Kedokteran

Posted: Desember 6, 2011 in Puisi Cinta

Hari itu,

Ketika tubuhku pada metabolismenya yang terendah
Mataku berakomodasi tak percaya
Benarkah yang tertangkap oleh nervi optici-ku ??

Dalam sms mu
Katamu, akulah nukleus kehidupanmu
Katamu, jika kau flagelatta, maka akulah ATP
Katamu, jika kau inflamasi, akulah prostaglandin

Sadarkah kau ??
Kau berhasil membuatku mengalami hipertensi, fisiologis dan tachycardi
Perintahkan membrana tympani mu mendengar
seluruh discuss vertebralis ku berkata

“Setiap cardiac outputku membutuhkan pacemaker darimu
Setiap detail gerakan glossus mu merangsang saraf simpatisku”

“Ucapan selamat malammu laksana diazepam
Ucapan “jangan menangis, sayang”mu bagaikan valium bagiku
Dan ketika kau pergi…terasa bagaikan imunosupresi untukku”

Apa yang terjadi padaku??

Cinta kau bilang ??
Tak pernah kudengar Dorland mengucapkannya
Di jurnal mana aku bisa memperoleh Randomised
Control Trial dengan Double Blind tentang nya ??

Diagnosa aku
Infus aku dengan cairan elektrolit “aku milikmu”
Dan kita akan mengaktivasi seluruh sistem organ kita bersama-sama
Sampai brain stem death memisahkan kita

Kirim Komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s